Ini Dua Budpekerti Yang Mesti Diamati Orang Berpuasa
Dua Etika Yang Harus Diperhatikan Orang Yang Berpuasa Saat goresan pena ini dibentuk Ramadhan kali ini telah meraih hari ke-24. Artinya, Idulfitri dalam waktu dekat tiba.
Kitab Keutamaan Puasa Karya Ibnu Hajar al-Haitami, ada dua moral yang mesti diamati oleh orang yang berpuasa, yakni :
1. Etika Zhahir/ Jasmani
Etika yang pertama ini berhubungan dengan jasmani orang yang berpuasa, diantara moral klasifikasi Zahir antara lain :
a. Menyegerakan Berbuka Puasa.
Banyak sekali riwayat hadith yang memastikan perihal tawaran mengerakan berbuka puasa ini, antara lain hadith yang diriwayatkan oleh Sahal bin Sa'ad ra. Rasulullah saw. bersabda "Manusia selalu dalam kebaikan, selama mereka masih menyegerakan berbupa puasa" [Hadith disebutkan dalam Shahih Bukhari, dan Shahih Muslim, Bab Puasa].
Terdapat pula suatu hadith, yang menyatakan bahwa mengerakan berbuka puasa sungguh dianjurkan, karena orang yahudi dan nasrani justru mengakhirkannya. [Lihat, Sunan Abu Dawud, Hadith ke- 2353]
b. Mendahulukan Kurma, dan Air
Mendahulukan kurma dibandingkan dengan masakan lain, ialah cara Berbuka Puasa Ala Nabi yang perlu diketahui dan diterapkan.
c. Membaca Doa Berbuka Puasa
Banyak sekali riwayat yang menerangkan perihal doa berbuka puasa, dan salah satu yang sungguh kondang serta dijadikan rujukan, yakni hadith yang riwayatkan oleh Abu Dawud, dari dua sanad yang berbeda.
Pertama dari Mu'adz bin Zahrah, Rasulullah saw. di saat berpuasa membaca doa "
اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت
Kedua, dari Abdullah bin Umar ra. Rasulullah saw. di saat berbuka puasa membaca doa :
ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله
[Lihat : Sunan Abu Dawud, Pembahasan Puasa]
d. Mengakhirkan Sahur.
Jika pada di saat berbuka puasa kita direkomendasikan untuk bersegera, berlainan di saat sahur, justru sungguh direkomendasikan untuk mengakhirkan.
Dan masih banyak lagi macam-macam moral berpuasa pada klasifikasi zahir ini, mislanya mempertahankan diri dari hal yang diharamkan, meningkaykan ibadah terutama pada 10 Akhir bulan Ramadan, memperbanyak sedekah dan lain sebagainya.
2. Etika Batin
Etika batin tentunya sifatnya abstrak, lebih terhadap nilai dai puasa itu sendiri. Kenapa moral batin ini perlu diperhatikan? mengingat ada tiga tingkatan orang berpuasa :
a. Puasa Orang Umum
Adalah tingkatan orang berpuasa yang menahan lapar dan menjauhi segala yang membatalkan menurut fiqih. Hal ini pernah aku jelaskan dalam Penjelasan Lengkap Puasa Ramadan
b. Puasa Orang Khusus
Adalah puasa orang yanglebih dari yang pertama, selain mempertahankan dari hal yang membatalkan orang ini juga mempertahankan pengelihatan, telinga dan panca indra yang lain, dari hal-hal yang dihentikan agama.
c. Puasa Khususnya orang khusus
Adalah tingkatan puasa paling tinggi, yakni orang yang tidak hanya pada tingkatan pertama dan kedua, orang ini juga tidak sama sekali melewatkan Allah swt. dan ia akan menilai batal, jika anggapan dan hatinya hingga lupa dari Allah swt.
Demikianlah uraian tentang Dua Etika Yang Harus Diperhatikan Orang Berpuasa. Kaprikornus meskipun kita dalam waktu dekat akan menyambut lebaran, tetapi jangan hingga kita melewatkan kedua moral diatas.